Termasuk rahasia lembut yang tersembunyi di balik kelapangan sesudah kesempitan, dan kemudahan sesudah kesulitan ialah bahwa manakala kesempitan yang menimpa seseorang lebih keras, semakin besar dan semakin memuncak sehingga hamba yang bersangkutan putus harapan untuk beroleh kemudahan dari pihak sesama makhluk, saat itulah niscaya kalbunya hanya bergantung pada Alloh semata. Inilah yang disebut makna hakiki dari tawakal kepada Alloh.
Ketika kita menyerahkan segala sesuatu nya hanya PadaNya, yakin akan kuasaNya tenanglah hati ini dengan terus mendekat dan mengingatNya.
Senin, 28 Desember 2009
Minggu, 29 November 2009
Luka ini
Bagai pisau menoreh hatiku
Melukai perassan ini
Menyayat
Luka hati yang telah kau goreskan
akan slalu mengukir dalam hidupku
Menjadikan hidup berubah arti
Saat takdir itu merenggut
Kapahitan ialah realita
Kebahagian jadi impian
Akhirpun tak terelakan
Melukai perassan ini
Menyayat
Luka hati yang telah kau goreskan
akan slalu mengukir dalam hidupku
Menjadikan hidup berubah arti
Saat takdir itu merenggut
Kapahitan ialah realita
Kebahagian jadi impian
Akhirpun tak terelakan
Minggu, 15 November 2009
Setelah Kematian
Sendiri......
Tanpa teman menemani
Berteriak hanya dalam hati
Semua sibuk mengurus diri sendiri
tubuh terkujur kaku
Terbungkus kapan
Tak ada lagi harga diri
Juga tak ada materi
Apalagi untuk berkolusi
Inilah awal dari kekekalan nan abadi
Saat malaikat datang hari deemi hari
menyiksa sekujur diri
Terus berulang tanpa henti
Atau...............
Senang tak bertepi
Menuju syurga Ilahi
Jadikan hamba bertaubat ya Robby.....
Dan jadika pula hamba mensucikan diri...
Puisi sorang teman....
Sabtu, 14 November 2009
about love
Misteri Cinta
satu kata yang tak pernah usang dan lapuk dimakan zaman."CINTA" adalah bukan sekedar kata yang terlisan dan terasakan."CINTA" tetaplah menjadi misteri yang diinterpretasikan berlainan oleh setiap insan.Naaah, di balik semua itu...terlepas dari segala yang kita rasakan.Apakah anda masih mencintai dengan berbagai tendensi???Apakah anda masih mencintai hanya karena kebutuhan dan prestise pribadi?PACAR-KEKASIH-TUNANGAN-CALON ISTRI-CALON SUAMIMasihkah kita pilih berdasarkan penampilan "fisik" semata?Masihkah kita pilih berdasarkan sedikit banyaknya "harta"?Masihkah kita pilih berdasarkan tinggi rendahnya "derajat/status sosialnya"?Masihkah kita pilih berdasarkan ukuran-ukuran "dunia"?Naaah, jika kita masih mempertahankan "CINTA" berdasarkan ukuran seperti itu....So, kita telah tertipu, kita telah dibutakan oleh pandangan-pandangan semu!Sebab tampan-cantiknya seseorang tidaklah kekal, tidaklah abadiSebab miskin-kayanya seseorang hanyalah asesoris yang membuat orang bisa tinggi hatiSebab tinggi rendahnya status sosial seseorang bagaikan pakaian, bisa terlepas lagiDan ukuran-ukuran duniawi hanyalah membelenggu nuraniMengapa dan mengapa?Sebab jika kita bersikeras dengan "CINTA" dengan berbagai tendensiMaka suatu saat kita akan terkejut dengan cobaan-cobaan IllahiKita memiliki istri atau suami yang kita tidak mengenalnya dengan hati nuraniKita mencintai dia karena kita anggap dia memiliki "kelebihan" dan "keistimewaan" Dimana semua itu kita ukur dengan pertimbangan dunia yang penuh kepalsuan & kefanaan Benarkah "CINTA" tetap bertahan?Jika dia sudah tidak ayu dan tampan lagi?Jika dia sudah tidak kaya lagi?Jika dia sudah tidak memiliki status sosial yang "terhormat" lagi?Jika demikian maka "CINTA" kita berubah menjadi "KETERPAKSAAN"Dan bukannya tidak mungkin kita tergoda dan beralih pandanganJika sudah begini jadinya, kita menjadi manusia yang "TIDAK BERPERASAAN"Apakah semua ini masih akan kita jalani, padahal usia kita dimakan peredaran jaman?Apakah semua ini masih akan kita jalani, sehingga kita temui "penderitaan"So, berhati-hatilah anda dengan "CINTA" yang bertendensi"CINTA" memanglah sebuah misteriSebab tak cukup dengan lisan, perbuatan tapi juga dengan hati nurani"CINTA" bisa kekal abadi tetapi bisa juga dimanipulasiKita tinggal memilih, kesesatan & penderitaan ataukah kebahagiaan yang abadi?"CINTA" memanglah sebuah misteriDatangnya dari IllahiKita bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan yang terbaik bagi kitaBerusahalah mencari "CINTA" yang seutuhnya
satu kata yang tak pernah usang dan lapuk dimakan zaman."CINTA" adalah bukan sekedar kata yang terlisan dan terasakan."CINTA" tetaplah menjadi misteri yang diinterpretasikan berlainan oleh setiap insan.Naaah, di balik semua itu...terlepas dari segala yang kita rasakan.Apakah anda masih mencintai dengan berbagai tendensi???Apakah anda masih mencintai hanya karena kebutuhan dan prestise pribadi?PACAR-KEKASIH-TUNANGAN-CALON ISTRI-CALON SUAMIMasihkah kita pilih berdasarkan penampilan "fisik" semata?Masihkah kita pilih berdasarkan sedikit banyaknya "harta"?Masihkah kita pilih berdasarkan tinggi rendahnya "derajat/status sosialnya"?Masihkah kita pilih berdasarkan ukuran-ukuran "dunia"?Naaah, jika kita masih mempertahankan "CINTA" berdasarkan ukuran seperti itu....So, kita telah tertipu, kita telah dibutakan oleh pandangan-pandangan semu!Sebab tampan-cantiknya seseorang tidaklah kekal, tidaklah abadiSebab miskin-kayanya seseorang hanyalah asesoris yang membuat orang bisa tinggi hatiSebab tinggi rendahnya status sosial seseorang bagaikan pakaian, bisa terlepas lagiDan ukuran-ukuran duniawi hanyalah membelenggu nuraniMengapa dan mengapa?Sebab jika kita bersikeras dengan "CINTA" dengan berbagai tendensiMaka suatu saat kita akan terkejut dengan cobaan-cobaan IllahiKita memiliki istri atau suami yang kita tidak mengenalnya dengan hati nuraniKita mencintai dia karena kita anggap dia memiliki "kelebihan" dan "keistimewaan" Dimana semua itu kita ukur dengan pertimbangan dunia yang penuh kepalsuan & kefanaan Benarkah "CINTA" tetap bertahan?Jika dia sudah tidak ayu dan tampan lagi?Jika dia sudah tidak kaya lagi?Jika dia sudah tidak memiliki status sosial yang "terhormat" lagi?Jika demikian maka "CINTA" kita berubah menjadi "KETERPAKSAAN"Dan bukannya tidak mungkin kita tergoda dan beralih pandanganJika sudah begini jadinya, kita menjadi manusia yang "TIDAK BERPERASAAN"Apakah semua ini masih akan kita jalani, padahal usia kita dimakan peredaran jaman?Apakah semua ini masih akan kita jalani, sehingga kita temui "penderitaan"So, berhati-hatilah anda dengan "CINTA" yang bertendensi"CINTA" memanglah sebuah misteriSebab tak cukup dengan lisan, perbuatan tapi juga dengan hati nurani"CINTA" bisa kekal abadi tetapi bisa juga dimanipulasiKita tinggal memilih, kesesatan & penderitaan ataukah kebahagiaan yang abadi?"CINTA" memanglah sebuah misteriDatangnya dari IllahiKita bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan yang terbaik bagi kitaBerusahalah mencari "CINTA" yang seutuhnya
sahabat
Di dalam keremangan hidup ini
aku berjalan mencari arti kehidupan
teringat aku padamu,Sahabatku……….!
Engkau yang selalu membantu di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya
tapi kini dirimu tlah jauh………dan terlalu jauh
Sahabatku……….!kepergianmu dengan tiba-tiba
sangat ku sesali mengapakah aku tak tahu ??
setelah aku tahu semuanya
engkau sudah tiada lagi
Minggu, 01 November 2009
Belajar Bahasa inggris melalui lingkungan
Belajar Bahasa Inggris Melalui Lingkungan
Oleh ERNA ADITA KUSUMAWATI
Senin, 13 April 2009 Bahasa Inggris telah diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun ironisnya, sebagian besar siswa menganggap Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagaimana cara menyiasati agar siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan?
Di benak sebagian para siswa masih tertanam paradigma lama yang menganggap bahwa kesuksesan belajar Bahasa Inggris adalah karena bakat yang dimiliki. Anggapan ini mendorong para siswa enggan belajar Bahasa Inggris. Mereka cenderung bersikap lebih cepat putus asa dan menyerah setiap menemui kesulitan dalam belajar atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Belajar Bahasa Inggris mulanya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di dalam ruangan (indoor learning). Namun sekarang, belajar Bahasa Inggris dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan media apa pun. Di samping pelajaran yang diterima di dalam kelas, siswa dapat belajar Bahasa Inggris di tempat- tempat kursus dan lembaga pendidikan nonsekolah lainnya.
Fenomena ini tentunya mendorong para guru dan orangtua untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia sebagai media belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan kesadaran dan motivasi yang tinggi dari siswanya sendiri untuk belajar Bahasa Inggris secara sungguh-sungguh.
Berpikir kreatif
Selain memanfaatkan tempat-tempat kursus yang semakin bertebaran, diharapkan para siswa dan pihak-pihak yang terkait, seperti orangtua dan guru, mampu berpikir kreatif dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar, terutama bagi para siswa yang merupakan subyek pembelajaran. Siswa hendaknya dapat bersikap aktif dalam belajar Bahasa Inggris dan tak hanya mengandalkan materi yang diberikan guru di sekolah.
Sebagai contoh, setiap siswa pasti mempunyai televisi, radio, tape recorder, dan telepon genggam. Lantas terbesit pertanyaan di benak kita, bagaimana barang-barang itu dapat digunakan untuk belajar Bahasa Inggris?
Hampir setiap siswa pasti melihat tayangan televisi setiap harinya. Namun hendaknya siswa dapat bersikap cerdas dalam memilih tayangan yang akan dilihat. Siswa dapat memilih acara dengan sajian bahasa Inggris. Ini bukan berarti kita dilarang melihat acara lain dan bukan berarti juga kita tidak cinta terhadap Bahasa Indonesia.
Kemudian bagaimana cara kita belajar dengan melihat televisi? Kita dapat mengasah kemampuan mendengar (listening skill) dengan mendengarkan percakapan yang ada dalam film-film barat (western movie).
Sembari mendengarkan percakapan bahasa Inggris, kita dapat mencatat kata-kata baru yang belum pernah kita dengar ataupun kita mengerti artinya sebelumnya. Secara tidak langsung kita juga dapat menambah perbendaharaan kata-kata baru (new vocabularies).
Televisi musik
Bila tidak suka melihat western movie, bagi para pelajar remaja dapat melihat music television (MTV). Siswa dapat belajar menirukan kata-kata yang diucapkan oleh sang VJ (video jockey) yang dapat dipastikan semuanya fasih dalam berbahasa Inggris. Siswa juga dapat belajar tentang gambit yang digunakan, bagaimana membuka (opening) dan menutup (closing) suatu acara.
Radio dan tape recorder juga dapat dimanfaatkan untuk belajar bahasa Inggris. Siswa dapat memilih program-program yang ada di radio yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus berpartisipasi aktif dengan menelepon atau dengan mengirim pesan singkat tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Siswa dapat belajar banyak dari seorang DJ (disc jockey) di radio tersebut. Siswa dapat belajar bagaimana cara menyapa orang lain serta bagaimana membuka dan menutup suatu percakapan.
Bagi para siswa yang gemar mendengarkan lagu-lagu barat (western music), belajarlah untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif. Selain menikmati musik yang kita dengarkan, alangkah lebih bijaknya jika kita mencari tahu apa arti dari lirik lagu yang kita dengar. Secara tidak langsung siswa akan diajak untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan penguasaan terhadap kosakata baru.
Seperti halnya televisi, radio, dan tape recorder, telepon genggam (HP) juga dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar bahasa Inggris. Kita dapat mengatur sedemikian rupa sehingga perintah-perintah dan layanan dalam HP menggunakan bahasa Inggris.
Selain itu, kita dapat mengirim pesan singkat (SMS) ke sesama teman dengan menggunakan bahasa Inggris. Cara-cara yang telah disampaikan di atas memang terlihat sepele, tetapi hanya segelintir orang yang bersedia mempraktikkannya.
Jika secara kebetulan siswa bertempat tinggal di sekitar objek wisata, belajar bahasa Inggris dapat dilakukan dengan lebih atraktif. Siswa dapat belajar bahasa Inggris langsung dengan para wisatawan asing yang berkunjung (native speaker).
Siswa diharapkan berani untuk terlibat percakapan secara langsung dengan turis atau paling tidak dapat sekadar menyapa dengan menggunakan ekspresi dan pengucapan yang benar. Maka tidaklah mengherankan jika sebagian anak-anak di Bali atau Yogyakarta sudah fasih berbahasa Inggris.
Bermain sambil belajar
Lingkungan juga menyediakan sarana untuk belajar bahasa Inggris bagi anak-anak. Karakteristik utama anak-anak adalah bermain sambil belajar. Para orangtua dan guru dapat mengajak putra putri dan siswanya untuk mengunjungi taman kota, kebun binatang, dan bahkan mengajak mereka untuk sekadar duduk- duduk di taman rumah. Para orangtua dan guru mengenalkan secara langsung benda-benda yang ada di sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris.
Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir karena melatih putra putri mereka untuk belajar berbagai macam bahasa secara bersamaan. Pada dasarnya anak-anak tidak akan merasa terbebani dengan berbagai macam bahasa yang diajarkan kepada mereka.
Secara alamiah anak-anak mempunyai alat untuk belajar bahasa secara bersamaan yang disebut sebagai language acquisition device (LAD) yang merupakan anugerah Tuhan.
Justru sebaliknya, pembelajaran berbagai macam bahasa dalam waktu yang bersamaan sedini mungkin adalah langkah yang efektif. Selain LAD yang dimiliki anak-anak adalah faktor usia juga sangat mendukung. Pada usia dini, daya tangkap anak-anak terhadap materi yang diberikan akan lebih baik.
Dengan demikian, banyak cara yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. Dengan adanya sikap cerdas dan pikiran yang kreatif, siswa diharapkan dapat termotivasi untuk lebih tekun belajar Bahasa Inggris dan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesuksesan dalam belajar bahasa Inggris bukan karena bakat (talent), tetapi karena kemauan (willingness).
ERNA ADITA KUSUMAWATI, S. PD Pengajar Bahasa InggrisMahasiswa PascasarjanaPendidikan Bahasa InggrisUniversitas Sebelas Maret, Solohttp://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/13/03333334/belajar.melalui.lingkungan
Oleh ERNA ADITA KUSUMAWATI
Senin, 13 April 2009 Bahasa Inggris telah diajarkan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun ironisnya, sebagian besar siswa menganggap Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagaimana cara menyiasati agar siswa dapat belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan?
Di benak sebagian para siswa masih tertanam paradigma lama yang menganggap bahwa kesuksesan belajar Bahasa Inggris adalah karena bakat yang dimiliki. Anggapan ini mendorong para siswa enggan belajar Bahasa Inggris. Mereka cenderung bersikap lebih cepat putus asa dan menyerah setiap menemui kesulitan dalam belajar atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Belajar Bahasa Inggris mulanya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di dalam ruangan (indoor learning). Namun sekarang, belajar Bahasa Inggris dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan media apa pun. Di samping pelajaran yang diterima di dalam kelas, siswa dapat belajar Bahasa Inggris di tempat- tempat kursus dan lembaga pendidikan nonsekolah lainnya.
Fenomena ini tentunya mendorong para guru dan orangtua untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia sebagai media belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan kesadaran dan motivasi yang tinggi dari siswanya sendiri untuk belajar Bahasa Inggris secara sungguh-sungguh.
Berpikir kreatif
Selain memanfaatkan tempat-tempat kursus yang semakin bertebaran, diharapkan para siswa dan pihak-pihak yang terkait, seperti orangtua dan guru, mampu berpikir kreatif dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar, terutama bagi para siswa yang merupakan subyek pembelajaran. Siswa hendaknya dapat bersikap aktif dalam belajar Bahasa Inggris dan tak hanya mengandalkan materi yang diberikan guru di sekolah.
Sebagai contoh, setiap siswa pasti mempunyai televisi, radio, tape recorder, dan telepon genggam. Lantas terbesit pertanyaan di benak kita, bagaimana barang-barang itu dapat digunakan untuk belajar Bahasa Inggris?
Hampir setiap siswa pasti melihat tayangan televisi setiap harinya. Namun hendaknya siswa dapat bersikap cerdas dalam memilih tayangan yang akan dilihat. Siswa dapat memilih acara dengan sajian bahasa Inggris. Ini bukan berarti kita dilarang melihat acara lain dan bukan berarti juga kita tidak cinta terhadap Bahasa Indonesia.
Kemudian bagaimana cara kita belajar dengan melihat televisi? Kita dapat mengasah kemampuan mendengar (listening skill) dengan mendengarkan percakapan yang ada dalam film-film barat (western movie).
Sembari mendengarkan percakapan bahasa Inggris, kita dapat mencatat kata-kata baru yang belum pernah kita dengar ataupun kita mengerti artinya sebelumnya. Secara tidak langsung kita juga dapat menambah perbendaharaan kata-kata baru (new vocabularies).
Televisi musik
Bila tidak suka melihat western movie, bagi para pelajar remaja dapat melihat music television (MTV). Siswa dapat belajar menirukan kata-kata yang diucapkan oleh sang VJ (video jockey) yang dapat dipastikan semuanya fasih dalam berbahasa Inggris. Siswa juga dapat belajar tentang gambit yang digunakan, bagaimana membuka (opening) dan menutup (closing) suatu acara.
Radio dan tape recorder juga dapat dimanfaatkan untuk belajar bahasa Inggris. Siswa dapat memilih program-program yang ada di radio yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus berpartisipasi aktif dengan menelepon atau dengan mengirim pesan singkat tentunya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Siswa dapat belajar banyak dari seorang DJ (disc jockey) di radio tersebut. Siswa dapat belajar bagaimana cara menyapa orang lain serta bagaimana membuka dan menutup suatu percakapan.
Bagi para siswa yang gemar mendengarkan lagu-lagu barat (western music), belajarlah untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif. Selain menikmati musik yang kita dengarkan, alangkah lebih bijaknya jika kita mencari tahu apa arti dari lirik lagu yang kita dengar. Secara tidak langsung siswa akan diajak untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan penguasaan terhadap kosakata baru.
Seperti halnya televisi, radio, dan tape recorder, telepon genggam (HP) juga dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar bahasa Inggris. Kita dapat mengatur sedemikian rupa sehingga perintah-perintah dan layanan dalam HP menggunakan bahasa Inggris.
Selain itu, kita dapat mengirim pesan singkat (SMS) ke sesama teman dengan menggunakan bahasa Inggris. Cara-cara yang telah disampaikan di atas memang terlihat sepele, tetapi hanya segelintir orang yang bersedia mempraktikkannya.
Jika secara kebetulan siswa bertempat tinggal di sekitar objek wisata, belajar bahasa Inggris dapat dilakukan dengan lebih atraktif. Siswa dapat belajar bahasa Inggris langsung dengan para wisatawan asing yang berkunjung (native speaker).
Siswa diharapkan berani untuk terlibat percakapan secara langsung dengan turis atau paling tidak dapat sekadar menyapa dengan menggunakan ekspresi dan pengucapan yang benar. Maka tidaklah mengherankan jika sebagian anak-anak di Bali atau Yogyakarta sudah fasih berbahasa Inggris.
Bermain sambil belajar
Lingkungan juga menyediakan sarana untuk belajar bahasa Inggris bagi anak-anak. Karakteristik utama anak-anak adalah bermain sambil belajar. Para orangtua dan guru dapat mengajak putra putri dan siswanya untuk mengunjungi taman kota, kebun binatang, dan bahkan mengajak mereka untuk sekadar duduk- duduk di taman rumah. Para orangtua dan guru mengenalkan secara langsung benda-benda yang ada di sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris.
Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir karena melatih putra putri mereka untuk belajar berbagai macam bahasa secara bersamaan. Pada dasarnya anak-anak tidak akan merasa terbebani dengan berbagai macam bahasa yang diajarkan kepada mereka.
Secara alamiah anak-anak mempunyai alat untuk belajar bahasa secara bersamaan yang disebut sebagai language acquisition device (LAD) yang merupakan anugerah Tuhan.
Justru sebaliknya, pembelajaran berbagai macam bahasa dalam waktu yang bersamaan sedini mungkin adalah langkah yang efektif. Selain LAD yang dimiliki anak-anak adalah faktor usia juga sangat mendukung. Pada usia dini, daya tangkap anak-anak terhadap materi yang diberikan akan lebih baik.
Dengan demikian, banyak cara yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. Dengan adanya sikap cerdas dan pikiran yang kreatif, siswa diharapkan dapat termotivasi untuk lebih tekun belajar Bahasa Inggris dan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesuksesan dalam belajar bahasa Inggris bukan karena bakat (talent), tetapi karena kemauan (willingness).
ERNA ADITA KUSUMAWATI, S. PD Pengajar Bahasa InggrisMahasiswa PascasarjanaPendidikan Bahasa InggrisUniversitas Sebelas Maret, Solohttp://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/13/03333334/belajar.melalui.lingkungan
puisi untuk ukhti
Duhai gadis.......
jangan lepas kerudung dan jilbabmu
biar mata-mata jalang mati bergelimpangan
Duh adik manis......
panjangkan gaunmu
biar nafsu syetan gerah kepanasan
Hai adik manis......
Longgarkan gaunmu
Biar selimut uman
membelai hangat jiwamu
jangan lepas kerudung dan jilbabmu
biar mata-mata jalang mati bergelimpangan
Duh adik manis......
panjangkan gaunmu
biar nafsu syetan gerah kepanasan
Hai adik manis......
Longgarkan gaunmu
Biar selimut uman
membelai hangat jiwamu
Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
Infant (0-1 tahun)
Toddler (2-3 tahun)
Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
Infant (0-1 tahun)
Toddler (2-3 tahun)
Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Guru
Guru........
Tugasmu sungguh mulia
kau penerang dalam kegelapan
karnamu kami jadi tahu
karenamu kami jadi bisa
dan karenamu kami jadi pintar
guru....
kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
jasa-jasamu akan selalu ku kenang
Guru....
Terimakasih atas segala pengabdianmu
semoga Alloh selalu memberkahimu...
Tugasmu sungguh mulia
kau penerang dalam kegelapan
karnamu kami jadi tahu
karenamu kami jadi bisa
dan karenamu kami jadi pintar
guru....
kaulah pahlawan tanpa tanda jasa
jasa-jasamu akan selalu ku kenang
Guru....
Terimakasih atas segala pengabdianmu
semoga Alloh selalu memberkahimu...
Langganan:
Postingan (Atom)


